Cuma 50 Juta Orang Indonesia yang Sanggup Beli Rumah Subsidi

Sabtu, 19 Desember 2015
Dibaca: 878 Kali

Cuma 50 Juta Orang Indonesia yang Sanggup Beli Rumah Subsidi
Ilustrasi | Ist

Kemampuan finansial masyarakat Indonesia untuk membeli rumah masih sangat terbatas. Selain kemampuan membeli, pasokan rumah yang dibuat oleh para pengembang properti pun masih terbatas setiap tahunnya.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus mengatakan pemerintah sangat menyadari penyediaan perumahan butuh dana yang besar, sehingga pemerintah harus hadir untuk membantu antara lain dengan subsidi.

"Dari 250 juta jumlah penduduk di Indonesia, hanya 50 juta orang yang sanggup membeli rumah sendiri tanpa bantuan. Sementara sisanya perlu dibantu," kata Maurin seperti dilansir dari PU dan dikutip detikcom, Jumat, 20 November 2015.

Ia merinci dari 200 juta penduduk yang perlu bantuan, 40 persen adalah masyarakat bawah, sebanyak 10 persen dari jumlah itu adalah penduduk yang sama sekali tidak punya kemampuan dalam membeli rumah.

Sehingga pemerintah menyediakan rumah singgah, rumah khusus, rumah nelayan, BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) untuk peningkatan kualitas rumah dan BSPS rumah baru.

"Sisanya memiliki kemampuan untuk membeli rumah namun harus dibantu. Disinilah pemerintah hadir dalam memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP)," jelas Maurin.

Bagi mereka yang mendapatkan program KPR FLP, maka rata-rata mendapatkan subsidi Rp 76,2 juta per orang selama proses KPR selesai.

Masyarakat yang berhak mendapat program ini adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Total subsidi Rp 76,2 juta per orang yang diberikan mencakup dari berbagai sumber seperti subsidi bunga, bantuan Prasarana Sarana dan Utilitas melalui pengembang. (*)


Sumber: www.saibumi.com

"Kami melayani Jasa Bangun Rumah, Jasa Renovasi Rumah dan Jasa Desain Rancang Bangun"

Layanan Telpon & SMS :
0813 6765 2617 (SAIMAN)

Jasa Renovasi Rumah