Ini Cara Memilih Rumah Idaman

Senin, 11 Juli 2016
Dibaca: 708 Kali

Ini Cara Memilih Rumah Idaman

Bagi suatu keluarga, memilih rumah bukan merupakan perkara mudah. Mengingat banyak faktor dari berbagai segi yang harus dipertimbangkan. Salah satu faktor utamanya adalah dari segi lokasi atau lingkungan. Faktor ini penting agar rumah idaman Anda bersama keluarga bisa ditinggali dalam jangka waktu lama.

Sebagaimana dikutip okezone.com dari bukuJangan Salah Memilih KPR, Jakarta, Jumat 8 Juli 2016, lingkungan yang harus diperhatikan dalam memilih rumah idaman antara lain:

1. Keamanan

Rumah harus memberikan rasa aman bagi pemiliknya. Lingkungan rumah yang masih sepi sering mengalami masalah seperti kehilangan barang-barang harga jika rumah ditinggalkan dan tidak ada pos pengamanan di kompleks perumahan.

Hanya, untuk perumahan kecil dengan penghuni sedikit meski boleh dibilang eksklusif dengan penjagaan satuan pengamanan (satpam) 24 jam, yang harus Anda pikirkan adalah biayanya apalagi jika satpamnya tiga orang dengan berjaga secara bergiliran (shift). Pasti banyak biaya yang keluar.

Belum lagi jika perumahan kecil tersebut tidak bisa membentuk rukun tetangga (RT) sendiri karena kekurangan penghuni dan harus bergabung dengan warga di luar kompleks kadang tidak bebas, ada kegiatan apapun diundang mulai kerja bakti, siskamling, dan kegiatan sosial lainnya. Jika Anda merupakan karyawan yang super sibuk tentu serba salah, jika jarang ikut kegiatan bisa menjadi bahan omongan warga di luar kompleks.

2. Sarana/Prasarana

Untuk menambah kenyamanan penghuni dan handai tolan yang berkunjung ke rumah adalah ketersediaan prasarana dan sarana yang memadai seperti ruas jalan yang baik menuju kompleks, angkutan/transportasi lancar, serta tersedia jaringan listrik, telepon, dan air bersih. Juga ketersediaan tempat berbelanja (tidak selalu mal/bisa pasar tradisional), rumah sakit, dokter, mantri, bidan, apotek, sekolah, sarana ibadah, olah raga, dan lain-lain, karena hal tersebut sangat diperlukan.

3. Asri dan Hijau

Pada dasarnya manusia itu ingin menyatu dengan alam. Di tengah rutinitas kepegawaian sehari-hari sering rindu akan kampung halaman yang hijau dengan suara ayam berkokok atau kicau burung, sungguh menentramkan hati. Beberapa perumahan masih dapat menyajikan lingkungan asri dengan memberi ruang terbuka hijau serta pembuatan sumur-sumur resapan dengan harga bersaing. Siapa yang menebang pohon di kompleks perumahan akan didenda hingga puluhan juta Rupiah.

Seiring dengan kesadaran masyarakat dengan perubahan iklim global, maka rumah-rumah ramah lingkungan menjadi incaran. Rumah yang masih memungkinkan adanya pepohonan banyak diburu. Konon, satu pohon besar mampu menahan air ratusan liter dan menyerap karbon per hari untuk menyelamatkan kehidupan di bumi. Bayangkan jika jutaan penduduk di Indonesia ini menanam pohon, hasilnya pasti luar biasa.

4. Lebar Jalan/Halaman

Jika Anda memilih rumah, apalagi yang lumayan jauh dari pusat kota, sebaiknya lebar jalan/halaman juga diperhatikan. Rumah yang kecil, halaman dan jalannya sempit tidaklah nyaman, lebih-lebih jika suatu saat kita bikin hajatan. Keluarga atau tamu yang jauh akan kesulitan untuk parkir mobil dan tidak betah tinggal di rumah.

Rumah boleh kecil namun memiliki jalan/halaman yang memadai. Jalan sebaiknya bisa dilalui mobil, syukur-syukur cukup untuk berpapasan. Ada rumah-rumah mungil namun jalannya lumayan luas dan di depannya ada ruang publik berupa lapangan hijau kesannya lapang. Rumah besar tanpa jalan/halaman memadai tentu tidak nyaman bagi tamu-tamu yang hadir. Anak-anak tidak leluasa bermain dan bersosialisasi dengan anak-anak sebayanya di dalam kompleks.

5. Sistem Drainase/Sanitasi

Akhir-akhir ini banjir sering terjadi yang bisa menimpa perumahan elit sekalipun. Air tidak bisa segera surut. Bisa saja kawasannya bukan langganan banjir tapi jika sistem drainase-nya jelek, bisa digenangi air yang lama surut.

Sistem drainase dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir. Untuk itu, Anda bisa bertanya kepada masyarakat setempat apakah daerah yang diincar sering mengalami banjir atau tidak. Tidak ada salahnya sesekali Anda melakukan survey langsung ketika hujan. Siang hari pun Anda bisa mengunjungi apakah daerahnya terlalu panas atau tidak.

Pengembang yang baik tidak hanya mengejar banyaknya rumah yang dapat dijual namun juga memperhatikan sistem drainasenya. Misal dengan membuat danau-danau buatan atau sumur-sumur resapan dan menanam penghijauan. Juga perhatikan ketersediaan air bersihnya dan pembuangan sampahnya. Tentu tidak sedap jika sampah menggunung dan baunya ke mana-mana, ditambah lagi diterjang banjir.

6. Potensi Bencana Minim

Bencana bisa saja terjadi kapan saja dan di mana saja. Hanya saja Anda tidak ada salahnya untuk mitigasi risiko yang ada. Jika tidak ingin dilanda ombak, jangan berumah di tepi laut. Hindari tinggal di bibir sungai, sekarang ini rawan tanah longsor karena ulah manusia yang banyak menebang hutan jadi gundul.

Belum lagi pergeseran kerak bumi karena gempa. Pemerintah bahkan sudah memetakan daerah gempa. Selain untuk tempat tinggal yang menimbulkan rasa was-was, memiliki rumah di daerah ini juga tidak bisa diharapkan untuk investasi. Kadang di suatu daerah harga tanahnya mahal, begitu terjadi musibah langsung harganya turun drastis.(*)

"Kami melayani Jasa Bangun Rumah, Jasa Renovasi Rumah dan Jasa Desain Rancang Bangun"

Layanan Telpon & SMS :
0813 6765 2617 (SAIMAN)

Jasa Renovasi Rumah